Panduan Lengkap Cara Budidaya Kacang Tanah Agar Panen Melimpah

Kacang tanah termasuk salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan setelah padi, kacang kedelai dan jagung. Kacang tanah juga merupakan bahan pangan yang banyak manfaatnya bagi manusia. Karena itulah kebutuhan kacang tanah terus meningkat di pasaran. Tertarik ingin bisnis budidaya kacang tanah? Simak panduan lengkap cara budidaya kacang tanah yang benar dalam artikel ini.

Cara Budidaya Kacang Tanah

Cara Budidaya Kacang Tanah
Cara Budidaya Kacang Tanah

Budidaya kacang tanah bisa dilakukan di sawah maupun di lahan kering, lebih jelasnya berikut 5 tahapan cara budidaya kacang tanah yang benar agar panen melimpah.

#1 Pola Rotasi Tanaman 

Tahap awal dalam proses budidaya kacang tanah adalah membuat pola rotasi tanaman. Tahap ini perlu dilakukan sebelum tahap penanaman kacang tanah, untuk mengatasi hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman kacang tanah. Adapun  pola rotasi tanaman bisa dilakukan di beberapa jenis lahan, seperti:

 a. Lahan sawah yang berpengairan 

Pada lahan ini, kacang tanah sebaiknya ditanam di atas tanaman utama. Penanaman kacang tanah dilakukan pada awal ataupun akhir musim kemarau. Dengan pola tanamnya seperti berikut: 

  • Padi—padi—kacang tanah 
  • Padi—kacang tanah—jagung. 
  • Tebu—kacang tanah 

b. Lahan kering tadah hujan

Penanaman pada lahan kering tadah hujan bisa dilakukan di awal ataupun akhir musim hujan. Dengan pola tanamnya seperti berikut: 

  • Kacang tanah—jagung atau kedelai 
  • Padi gogo—kacang tanah 
  • Kacang tanah—kacang tanah 

#2 Pemilihan Varietas Kacang Tanah

Benih Kacang Tanah Yang Berkualitas
Benih Kacang Tanah Yang Berkualitas

Pemilihan varietas atau jenis kacang tanah sangat perlu dilakukan sebelum melakukan penanaman. Hal ini untuk menghindari kerugian akibat salah memilih benih atau jenis varietas yang ada. Pastikan memilih benih kacang tanah dengan sifat varietas yang  memenuhi kriteria seperti  berikut: 

  • Kualitas produktivitas yang bagus 
  • Produktivitasnya tinggi 
  • Tahan akan serangan hama dan penyakit 
  • Umur genjah yang cukup

Adapun ciri-ciri benih kacang tanah yang berkualitas adalah:

  • Berwarna coklat kehitaman.
  • Berukuran besar
  • Memiliki daun yang lebat dan lebar
  • Tidak terdapat selaput saat cangkangnya dibuka.
  • Berasal dari varietas yang unggul dan murni, dan tidak bercampur dengan varietas lainnya.
  • Daya tumbuh minimal 90 %
  • Memiliki tampilan kulit yang mengkilap, tidak keriput, tidak kotor serta tidak cacat.
  • Kadar air 9 %- 12 %.
  • Benih yang bersertifikat.

#3 Pengolahan Tanah 

Pengolahan Tanah Sebelum Ditanami Kacang Tanah
Pengolahan Tanah Sebelum Ditanami Kacang Tanah

Tahapan selanjutnya adalah pengolahan tanah. Tahap ini bisa dilakukan dengan cara mempertahankan agar tanah tetap gembur, kelembaban yang cukup, dan sirkulasi udara yang baik. Bila terdapat sisa-sisa tanaman, maka harus dibabat, dan dibenamkan ke dalam tanah dengan cara membalikkan permukaan tanah. Penting juga untuk memperhatikan keadaan drainase tanah, supaya air dapat meresap sempurna. 

Menggemburkan tanah bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu:

a. Menaburkan dolomit

Cara menggemburkan tanah untuk ditanami kacang tanah yang pertama bisa dengan cara menaburkan dolomit atau kapur pertanian. Taburkan secara tipis-tipis diatas tanah lalu biarkan dalam 15 hari. Gunakan sebanyak 1-2 ton dolomit untuk satu hektar tanah. 

b. Menaburkan pupuk kandang

Cara menggemburkan tanah berikutnya adalah dengan menaburkan pupuk kandang yang sudah matang sebanyak 10 ton untuk per hektarnya. Cara ini bisa mendapatkan tanah yang subur dengan kandungan bahan organik yang tinggi.

#4 Cara Penanaman 

Tahapan berikutnya dalam cara budidaya kacang tanah adalah cara penanaman. Pada tanah yang subur, tanam benih kacang tanah dengan jarak 40 x 15 cm antar tanaman atau 30 x 20 cm. 

Sedangkan bila tanahnya kurang subur, tanam benih kacang tanah lebih rapat antar tanaman dengan jarak 40 x 10 cm atau 20 x 20 cm. Buat lubang tanam sedalam 3 cm dengan cara ditugal. Setiap lubang diisi dengan 1-2 biji kacang tanah, dan ditutup dengan tanah halus. 

#5 Pemeliharaan 

Pemberian Pupuk
Pemberian Pupuk

Tahap berikutnya adalah pemeliharaan, pada tahap ini terdapat beberapa tahapan lagi, yaitu:

a. Pengairan 

Kacang tanah adalah jenis tanaman yang banyak membutuhkan air dari pada jenis kacang lainnya. Lingkungan yang lembab dibutuhkan saat tanaman berusia sampai dua minggu sebelum panen. Apalagi saat masa perkecambahan, pembungaan serta pengisian polong. Bila tidak turun hujan, maka bisa gunakan air irigasi. 

b. Penyiangan 

Berikutnya penyiangan, yaitu pembersihan tanaman dari gulma atau tanaman pengganggu. Bersamaan dengan penyiangan dilakukan juga penggemburan tanah di antara jajaran tanaman. Penggemburan tanah tersebut tujuannya supaya bakal buah dapat mudah masuk ke dalam tanah. 

c. Pemupukan 

Tahap selanjutnya adalah pemupukan, tahap ini merupakan tahapan paling penting, agar budidaya kacang tanah bisa menghasilkan panen yang melimpah. Pupuk mengandung unsur hara yang bisa meningkatkan kesuburan tanah serta memperbaiki nutrisi tanaman. Untuk kacang tanah sendiri, pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk Fosfat (P), Nitrogen (N), dan Kalium (K).

d. Pembasmian hama dan penyakit 

Hama dan penyakit adalah salah satu penyebab rendahnya produktivitas dalam proses budidaya kacang tanah. Bagian tanaman yang biasanya sering diserang hama atau penyakit adalah bagian akar, buah, daun, dan polong. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mempelajari gejala  serta cara membasminya.

Nah, itulah tadi panduan lengkap cara budidaya kacang tanah agar panen melimpah. Semoga informasi dari Oke.or.id ini bermanfaat bagi Anda yang ingin membudidayakan kacang tanah sebagai ladang bisnis yang menguntungkan. 

Leave a Comment