Panduan Cara Budidaya Cacing Tanah yang Benar

Cara budidaya cacing tanah yang benar perlu diketahui para pebisnis yang ingin mencoba membudidayakan hewan invertebrata ini. Meskipun tampak menjijikan tapi siapa sangka cacing tanah ternyata memiliki nilai jual yang tinggi. Cacing tanah sendiri mengandung gizi yang tinggi seperti protein, karbohidrat, lemak, asam amino lengkap, Treonin lisin, glycine,  abu dan  mineral air.

Karena bergizi tinggi itulah cacing tanah banyak dipakai sebagai bahan pakan hewan ternak seperti unggas. Cacing tanah juga biasa digunakan sebagai bahan pembuatan obat untuk mengatasi demam atau typus dan sebagai bahan kosmetik, karena diyakini bisa melembabkan serta meremajakan kulit.

Cara Budidaya Cacing Tanah 

Cara Budidaya Cacing Tanah Yang Benar
Cara Budidaya Cacing Tanah Yang Benar

Bagi Anda yang tertarik membudidayakan cacing tanah bisa lakukan beberapa tahapan berikut

#1 Persiapan Tempat Budidaya Cacing Tanah

Tahap pertama dalam proses budidaya cacing tanah adalah menyiapkan tempat untuk budidaya cacing tanah tersebut. Gunakan kotak boks atau kardus bekas ukuran 90x50x36 cm, dan isi dengan tanah lembab dan subur. 

Pastikan tanah tersebut adalah tanah humus yang banyak nutrisinya, bila tanah dirasa kurang bernutrisi, maka bisa ditambahkan dengan pupuk kompos maupun pupuk kendang secukupnya. Isi kardus dengan tanah tersebut setinggi 5 hingga 10 cm. 

Letakan kardus yang berisi tanah tersebut di tempat yang terkena paparan sinar matahari secara langsung supaya media tanah tidak rusak dan kering. 

Agar cacing tanah dapat tumbuh dengan baik maka perlu mengganti tempat cacing tersebut sebulan sekali. Selain dapat memuluskan pertumbuhan cacing, mengganti tempat budidaya cacing tanah juga bertujuan untuk memisahkan induk cacing dengan anakan cacing dan memberi kesempatan pada telur cacing untuk menetas lebih banyak.

#2 Persiapan Bibit Cacing Tanah yang Berkualitas

Pemilihan Bibit Cacing Berkualitas
Pemilihan Bibit Cacing Berkualitas

Setelah menyiapkan tempat untuk budidaya cacing tanah tahap selanjutnya adalah  menyiapkan bibit cacing tanah berkualitas. Dimana bibit ini akan menentukan hasil panen cacing yang berkualitas pula. 

Anda bisa ambil bibit cacing secara langsung lewat tempat atau habitat aslinya yaitu di tanah yang lembab dan tempat sampah organik. Terdapat tiga jenis cacing yang populer dan baik untuk dibudidayakan, yaitu Pheretima, Lumbricus, dan Perionyx. Namun dari ketiga jenis cacing ini hanya jenis cacing Lumbricus yang disarankan untuk dibudidayakan. Karena jenis cacing ini mempunyai vitalitas yang tinggi dan baik bila dibudidayakan dengan benar.

Selain itu, cacing Lumbricus Rubellus juga bisa menghasilkan banyak telur dan kascing. Cacing jenis Lumbricus memiliki sifat yang diam serta tidak banyak bergerak, sehingga akan lebih mudah untuk menggemukannya dibandingkan jenis cacing lainnya.

Adapun cara untuk memperbanyak bibit cacing tanah adalah sebagai berikut:

  • Masukan 50 hingga 100 bibit cacing yang dipilih dalam kardus atau box tempat untuk budidaya cacing. 
  • Beri makan cacing secara rutin dengan sayur dan dedaunan kering.
  • Setelah dua bulan, maka cacing akan tumbuh dan berkembangbiak serta sudah bisa dipindahkan ke tempat yang lebih besar.

#3 Pemindahan Bibit Cacing Tanah

Pemidahan Cacing Tanah
Pemindahan Cacing Tanah

Setelah jumlah bibit cacing cukup banyak, maka pindahkan bibit cacing ke tempat budidaya. Berikut beberapa langkah untuk memindahkan bibit cacing tanah ke tempat budidaya.

  • Jaga kelembaban tanah dengan membasahi tanah yang diletakan di tempat budidaya atau ternak. 
  • Ukur pH tanah dan pastikan pH-nya normal. pH yang cocok untuk mengembangbiakan cacing tanah adalah 5,5 – 7,5. Setelah itu, sebar bibit cacing di tempat atau wadah ternak.
  • Lakukan pemeriksaan rutin setiap tiga jam sekali di hari pertama perkembangbiakan. Perhatikan juga pergerakan cacing, bila terdapat cacing yang ingin keluar dari tanah atau pergi dari tempat budidaya, maka bisa saja karena pH tanah tidak cocok atau kondisi tanah yang tidak membuat cacing nyaman.
  • Cek suhu tanah secara rutin dan pastikan tanah selalu lembab.

Perawatan dan Pemeliharaan Cacing Tanah

Perawatan dan pemeliharaan cacing tanah cukup mudah, meskipun begitu perlu dilakukan dengan baik dan rutin. Berikut cara perawatan dan pemeliharaan cacing tanah yang benar.

#1 Beri Pakan Secara Rutin

Pemberian pakan cacing tanah secara rutin perlu dilakukan supaya cacing bisa tumbuh sehat dan baik. Berikan kotoran hewan ternak seperti kotoran kerbau atau sapi sebagai pakannya. Selain kotoran hewan ternak bisa juga diberi sayuran kering atau kompos, pupuk kandang, ampas tahu, tetes, limbah pertanian, dan. Pakan cacing tersebut bisa membuat cacing sehat dan lebih cepat gemuk.

#2 Ganti Media Tanah

Ganti media atau tempat budidaya cacing setidaknya sebulan sekali. Mengingat cacing adalah hewan yang sangat cepat berkembang biak maka mengganti media tanah secara rutin menjadi hal yang sangat penting. 

Adapun cara menggantinya adalah dengan memindahkan lalu mengeluarkan semua cacing yang ada dalam kardus atau media tanahnya, lalu masukan kembali tanah yang baru kemudian pindahkan cacing tanah ke dalam media baru.

#3 Pembuatan Tempat Untuk Cacing Bertelur

Tahap berikutnya adalah memastikan bahwa budidaya cacing tanah yang dilakukan bisa menghasilkan berkali-kali panen. Oleh karena itu, pastikan  telur-telur cacing bisa menetas serta kembali melakukan proses budidaya sehingga  bisa memberikan keuntungan.

Saat cacing mulai bertelur, maka harus dipersiapkan media yang sesuai untuk cacing tersebut. Terdapat beberapa media untuk cacing bertelur, seperti campuran pupuk kandang, kompos kering dan jerami sebagai tempat yang disarankan untuk cacing yang tengah bertelur.

Masukan campuran tersebut ke dalam kardus atau boks perkembangbiakan yang telah disiapkan. Bila media bertelur telah siap maka secara otomatis cacing akan menuju tempat tersebut dan  meletakan telurnya di sana. 

#4 Mengatasi Hama dan Penyakit Cacing Tanah

Sama dengan budidaya tanaman darat, cacing juga bisa saja terkena hama maupun penyakit yang mengganggu proses perkembamgbiakannya. Karena itu perlu dilakukan cara untuk mengatasi hama atau penyakit tersebut. Pengendalian hama dan penyakit pada cacing tujuannya agar tidak menular pada cacing lainnya yang bisa menyebabkan terhambatnya panen. 

Hama yang biasa menyerang cacing tanah adalah semut atau serangga lainnya.  Cara mengatasinya bisa dengan memberikan kapur anti serangga pada tempat boks untuk perkembangbiakan cacing tanah.

#5 Panen Cacing Tanah

Panen Ccaing Tanah
Panen Cacing Tanah

Setelah cacing memasuki usia tiga sampai enam bulan, maka sudah dapat dipanen. Panen cacing tanah bisa dilakukan dengan cara mendekatkan lampu pada tempat budidaya. Cacing takut cahaya, sehingga saat didekatkan dengan lampu, maka cacing akan keluar dengan sendirinya dari tempat tinggalnya dan dapat langsung dipanen.

Setelah cacing yang siap panen dapat diambil, segera pisahkan cacing dan kokon untuk dikembangbiakan kembali. Tanah bekas cacing setelah panen pun digunakan kembali untuk media budidaya cacing tanah selanjutnya. Sekian ulasan mengenai cara budidaya cacing tanah dari tim Oke.or.id, selamat mencoba dan semoga bermanfaat!

Leave a Comment