Bisnis Menjanjikan, Begini Cara Budidaya Porang Agar Cepat Panen

Porang adalah jenis umbi-umbian yang mengandung zat glukomanan yang baik untuk kesehatan. Porang memiliki nilai jual yang tinggi dan juga termasuk salah satu bahan pangan yang banyak diminati masyarakat. Karena itulah banyak para petani yang ingin tahu bagaimana cara budidaya porang agar cepat panen. 

Porang sendiri dapat diolah menjadi tepung dan diekspor dengan harga yang cukup tinggi negara Jepang, Korea, Tiongkok, Taiwan, Vietnam hingga Austria. Tertarik ingin bisnis budidaya porang? Simak caranya di bawah ini.

Cara Budidaya Porang Agar Cepat Panen

Tanaman Porang
Tanaman Porang

Berikut tahapan budidaya porang agar cepat panen dengan hasil melimpah:

#1 Persiapan Lahan

Tahap pertama dalam proses cara budidaya porang agar cepat panen adalah mempersiapkan lahan untuk budidaya porang. Sebaiknya porang ditanam di lahan terbuka, agar menghasilkan lebih banyak dan kualitasnya pun lebih tinggi. 

Persiapan lahan terbuka untuk budidaya porang juga termasuk mudah dilakukan, caranya dengan menggemburkan tanah dan melakukan pembajakan. Kemudian buat lubang tanam dengan jarak 25×50 cm atau 25×60 cm. Isi tiap lubang dengan pupuk kompos dan sekam, agar porang bisa tumbuh dengan baik dan optimal.  Budidaya tanaman porang sebaiknya menggunakan sistem  monokultur untuk hasil yang lebih maksimal. 

#2 Penanaman Porang

Penanaman Porang Di Lahan Terbuka
Penanaman Porang Di Lahan Terbuka

Setelah lahan untuk budidaya porang sudah siap maka bisa dilakukan penanaman. Penanaman porang sebaiknya dilakukan pada bulan Oktober sampai Desember, saat awal musim hujan. 

Untuk penanaman bisa menggunakan biji dengan cara pembibitan dilakukan dalam polybag. Selain menggunakan biji bisa juga menggunakan umbi atau katak.

Umumnya, tanaman porang hanya dapat bertahan 5 bulan saja, setelah 5 bulan tanaman ini akan menguning dan mati.  Tanaman porang yang mati ditandai dengan tangkai daun yang berjatuhan.

Katak yang dimaksud di sini adalah bintil porang yang tumbuh pada pangkal dan tangkai daun tanaman. Katak yang berwarna coklat kehitaman dapat disimpan sampai musim hujan untuk ditanam kembali. Katak juga dapat dijual dengan harga yang lumayan tinggi antara Rp11.000-Rp15.000 per kilonya. Banyak juga petani yang menanam porang dari katak tersebut. 

#3 Perawatan Tanaman Porang

Perawatan Tanaman Porang
Perawatan Tanaman Porang

Tahap berikutnya pada budidaya tanaman porang agar cepat panen adalah perawatan. Perawatan tanaman porang dilakukan dengan beberapa tahapan lagi, yaitu:

a. Melakukan Penyiangan/Pembersihan Gulma

Dalam tahap perawatan yang pertama harus dilakukan adalah melakukan penyiangan atau pembersihan gulma yang ada di sekitar porang. Gulma yang tidak dibersihkan akan mengganggu pertumbuhan tanaman porang ini. 

Selain itu gulma juga bisa jadi pesaing tanaman porang dalam memenuhi unsur hara dan juga air.  Oleh karena itu, sangat penting untuk dibersihkan secara rutin agar tanaman porang bisa tumbuh sehat dan baik tanpa gulma pengganggu. 

Sebaiknya penyiangan gulma dilakukan sebulan setelah tanaman porang ditanam. Penyiangan selanjutnya bisa dilakukan ketika ditemukan  gulma pada sekitar tanaman porang. Gulma yang sudah dibersihkan atau disiangi kemudian ditimbun dalam lubang untuk dibuat menjadi pupuk organik.

b. Meninggikan Guludan

Tahap selanjutnya dalam proses perawatan tanaman porang adalah peninggian guludan. Peninggian guludan bertujuan agar batang tanaman porang dapat cepat tumbuh tinggi dan tegak. Cara meninggikan guludan adalah dengan menimbun pangkal batang tanaman porang dengan tanah. 

c. Pemupukan Tanaman Porang

Pemupukan tanaman porang adalah hal penting yang harus dilakukan dalam proses perawatan. Pemupukan yang pertama dilakukan saat sebelum tanaman porang ditanam. Adapun jenis pupuk yang biasanya digunakan untuk tanaman ini adalah pupuk organik kompos yang sebelumnya difermentasi terlebih dahulu.

Kemudian pemupukan yang kedua dilakukan ketika tanaman porang mulai tumbuh. Untuk jenis pupuk yang bisa digunakan untuk pemupukan kedua adalah pupuk organik atau pupuk anorganik NPK/TSP. Biasanya tanaman porang butuh sedikit saja pupuk anorganik.

d. Melakukan Penjarangan

Tahap terakhir dalam masa perawatan tanaman porang adalah tahap penjarangan. Tahap ini perlu dilakukan bila ditemukan banyak tanaman porang dalam satu lubang. Hal ini bisa saja terjadi karena satu bibit porang dapat menghasilkan tiga hingga empat batang porang.

Penjarangan perlu dilakukan supaya umbi porang dapat tumbuh besar dan berkualitas. Karena cara budidaya tanaman porang ini dilakukan di lahan terbuka.

#4. Panen Porang

Panen Porang
Panen Porang

Bila menanam tanaman porang dengan menggunakan biji, maka saat usia tanaman mencapai tujuh bulan, sudah mulai bisa dipanen. Namun, bila penanaman porang dengan menggunakan katak maka akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa dipanen, yakni 18-24 bulan setelah ditanam. 

Proses panen tanaman porang bisa dilakukan dengan menggali tanaman umbi porang.  Adapun ciri-ciri tanaman porang yang sudah siap panen adalah memiliki daun yang kering dan berjatuhan ke tanah

Dari satu tanaman porang dapat menghasilkan umbi hingga 2 kg dan dari 40 ribu tanaman dalam 1 hektar dapat dipanen hingga mencapai 80 ton umbi pada masa  panen tahun kedua.

Setelah porang dipanen, selanjutnya dibersihkan dari tanah dan akarnya. Porang kemudian dipotong dan dijemur. Potong umbi porang dengan benar karena pemotongan umbi akan menentukan kualitas porang yang dihasilkan.

Tanaman porang memiliki siklus alami yaitu mati pada musim kemarau dan tumbuh kembali pada musim hujan. Nah, begitulah cara budidaya tanaman porang agar cepat panen dengan hasil berkualitas dari tim Oke.or.id. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment