10 Tahapan Cara Budidaya Tanaman Kelapa Sawit Secara Lengkap

Tanaman kelapa sawit adalah tanaman yang digunakan dalam usaha pertanian komersial untuk pembuatan minyak sawit.  Indonesia adalah negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Budidaya kelapa sawit di Indonesia tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Aceh dan Kalimantan. Berikut cara budidaya tanaman kelapa sawit secara lengkap.

Cara Budidaya Tanaman Kelapa Sawit

Tanaman Kelapa Sawit
Tanaman Kelapa Sawit

Budidaya tanaman kelapa sawit dimulai sejak penyediaan benih hingga panen. Lebih lengkapnya, berikut tahapan-tahapan dalam budidaya tanaman kelapa sawit.

#1 Penyediaan Benih

Penyediaan benih kelapa sawit di dapatkan dari balai penelitian kelapa sawit, Marihat Research Station dan Balai Penelitian Perkebunan Medan (RISPA). Balai penelitian tersebut memiliki kebun induk yang berkualitas dan terjamin.

#2 Pengecambahan Benih

Setelah tahap penyediaan benih, selanjutnya adalah proses pengecambahan bibit. Pengecambahan benih dilakukan dengan beberapa tahap:

  • Kupas buah kelapa sawit dengan menggunakan mesin pengupas, ambil bijinya/benih.
  • Rendam biji selama 5 hari dalam ember yang berisi air bersih, ganti airnya setiap hari
  • Setelah 5 hari, angkat dan keringkan benih kelapa sawit dengan cara menghamparkannya ditempat yang teduh selama kurang lebih 24 jam. 
  • Simpan benih dalam kantong plastik berukuran 65 cm yang bisa menampung 500 – 700 benih. Tutup rapat kantong plastik tersebut dan simpan dalam peti berukuran 30 cm x 20 cm x 10 cm, lalu letakkan dalam ruang pengecambahan dengan suhu 39 derajat celcius. 
  • Cek benih dalam 3 hari sekali, dengan cara membuka kantong plastiknya lalu semprot dengan air, agar kelembabannya stabil antara 21- 22%
  • Bila muncul benih yang mulai berkecambah, segera semaikan di persemaian perkecambahan. 
  • Setelah 80 hari, keluarkan kantong plastik berisi benih kelapa sawit tersebut di ruang pengecambahan lalu letakkan di tempat dingin. Dalam beberapa hari biasanya benih akan mengeluarkan tunas kecambahnya. 15-20 hari kemudian saat sebagian besar benih sudah berkecambah dan siap dipindahkan ke persemaian perkecambahan.

#3 Penyemaian Benih

Pada proses penyemaian benih kelapa sawit juga harus melalui beberapa tahapan:

  • Siapkan Polybag dan isi dengan 1,5-2,0 kg tanah yang telah diayak. Beri lubang pada setiap polybag untuk drainase. 
  • Tanam benih yang berkecambah dalam polybag kecil sedalam 2 cm. Polybag yang digunakan berukuran 12 cm x 23 cm atau 15 x 23 cm untuk disemai. Lalu letakkan di bedengan dengan lebar 120 cm dan panjang secukupnya. 
  • Setelah bibit berusia 3-4 bulan serta berdaun 4-5 helai, pindahkan bibit ke persemaian bibit
  • Pindahkan bibit ke polybag yang lebih besar, dengan ukuran 40 cm x 50 cm dan tebal 0,11 mm, beri lubang untuk drainase. Isi masing-masing polybag dengan tanah sebanyak 15 hingga 30 kg.
  • Bibit yang ditanam pada polybag besar disusun dan diatur dengan sistem segitiga sama sisi berjarak 100 cm x 100 cm x 100 cm

#4 Pemeliharaan Pembibitan 

Pembibitan Tanaman Kelapa Sawit
Pembibitan Tanaman Kelapa Sawit

Pelihara dengan baik bibit yang telah ditanam pada polybag supaya dapat tumbuh sehat dan subur.  Sehingga, pada saat usianya telah tepat, bibit dapat dipindahkan pada area tanam. Adapun pemeliharaan bibit meliputi:

  •  Penyiraman

Penyiraman dilakukan 2 kali sehari dengan menggunakan air yang bersih dan gunakan semprotan untuk menyiramnya.

  • Penyiangan

Penyiangan gulma dilakukan 2 hingga 3 kali sebulan menggunakan semprotan herbisida.

  • Pengawasan dan Seleksi

Pengawasan dilakukan untuk mengamati pertumbuhan serta perkembangan bibit serta gangguan dari hama atau penyakit. Bibit yang mengalami pertumbuhan kerdil, abnormal serta punya kelainan harus dibuang. Bibit yang tidak sehat atau abnormal tersebut mempunyai ciri seperti anak daun yang tidak terbelah sempurna, bibit terkulai lemah, bibit tumbuh tinggi dan kaku, serta terkena penyakit. 

  • Pemupukan 

Untuk menghasilkan bibit yang sehat dan subur maka perlu dilakukan pemupukan. Pemupukan dilakukan pada usia bibit mulai 4 minggu dengan pemberian 1 kali seminggu. Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk urea berbentuk larutan dan pupuk majemuk. 

#5 Pemindahan Bibit ke Lapangan 

Pada usia 10-14 bulan bibit sudah bisa dipindahkan ke area pertanaman. Pada saat pemindahan diusahakan jangan sampai merusak bibit ataupun membuat polybag pecah. 

#6 Teknik Penanaman 

Teknik Penanaman Kelapa Sawit
Teknik Penanaman Kelapa Sawit

Tahap selanjutnya dalam proses budidaya tanaman kelapa sawit adalah penanaman. Adapun penanaman dilakukan dengan beberapa teknik, seperti: 

  • Menentukan Pola Tanam 

Pola tanam kelapa sawit bisa berbentuk monokultur ataupun tumpangsari. Pada pola tumpangsari sebelum tanaman menghasilkan sebaiknya tanah yang ada diantara tanaman kelapa sawit ditanami dengan jagung, tanaman ubi kayu, atau padi. 

Sementara pada pola monokultur, sebaiknya ditanam tanaman kacang-kacangan sebagai penutup tanah dan dilakukan segera setelah persiapan lahan selesai. Tanaman penutup ini bertujuan agar mencegah erosi, mempertahankan kelembaban tanah, serta menghindari pertumbuhan hama atau gulma.  

  • Pengajiran 

Pengajiran dilakukan untuk menentukan area mana yang akan ditanami kelapa sawit sesuai jarak tanam yang dipakai. Sistem jarak penanaman yang digunakan biasanya adalah segitiga sama sisi, dengan jarak tanaman 9x9x9 m, dan jumlah tanaman 143 pohon per hektar.

  • Pembuatan Lubang Tanam 

Pembuatan lubang tanam dilakukan beberapa hari sebelum waktu tanam. Ukuran lubang tanam adalah 50x40x40 cm. Saat menggali lubang, tanah bagian atas serta bawah harus dipisahkan, di sebelah utara dan sebelah selatan lubang.

  • Cara Penanaman 

Proses selanjutnya adalah penanaman yang dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu: 

1. Letakkan bibit dari polybag pada masing-masing lubang tanam yang telah dibuat. 

2. Saat bibit masih di polybag, siram sehari sebelum ditanam supaya kelembabannya tetap terjaga.

3. Sebelum penanaman beri pupuk fosfat sebanyak 250 gram pada masing-masing dasar lubang tanam secara merata.

4. Tanam bibit dan tutup dengan tanah galian di bagian atasnya dan padatkan dengan tangan sehingga bibit bisa berdiri tegak. 

6. Sebaiknya beri mulsa pada sekitar tempat penanaman bibit.  

#7 Pemeliharaan Tanaman 

Proses Pemberian Pupuk Pada Tanaman Kelapa Sawit
Proses Pemberian Pupuk Pada Tanaman Kelapa Sawit

Pemeliharaan tanaman dilakukan dengan beberapa teknik, seperti: 

  • Penyulaman 

Penyulaman dilakukan pada saat musim hujan, dengan tujuan untuk mengganti tanaman yang mati. Gunakan bibit pengganti dengan usia 10-14 bulan, adapun cara penyulaman sama seperti cara menanam bibit. 

  • Penanaman Tanaman Penutup Tanah 

Penanaman tanaman kacang-kacangan sebagai penutup tanah di areal tanaman kelapa sawit penting dilakukan untuk mencegah erosi,  memperbaiki sifat fisika, kimia serta biologi tanah, mempertahankan kelembaban tanah, dan juga bisa menghindari pertumbuhan gulma. 

  • Membentuk Piringan

Piringan yang ada di sekitar area tanaman kelapa sawit harus terjaga kebersihannya. Oleh sebab itu, gulma yang tumbuh harus disemprot dengan herbisida..

  • Pemupukan 

Pemupukan sangat penting dilakukan untuk mencegah tanaman mati atau gagal tumbuh. Jenis pupuk yang biasanya dipakai adalah  N, P, K, Mg dan B (Urea, TSP, KCl, Kiserit dan Borax). Adapun dosisnya disesuaikan dengan usia tanaman atau sesuai anjuran Balai Penelitian Kelapa Sawit. 

  • Pemangkasan Daun 

Pemangkasan daun tujuannya untuk mendapatkan pohon yang bersih dengan jumlah daun yang maksimal dalam satu pohon dan memudahkan proses panen. Pemangkasan daun dilakukan sesuai dengan usia tanaman. 

#8 Pengendalian Gulma 

Pengendalian gulma tujuannya adalah menghindari persaingan antara tanaman kelapa sawit dan gulma dalam pemanfaatan unsur hara, air serta cahaya. Selain itu juga untuk mempermudah masa panen. 

Pengendalian gulma dilakukan dengan beberapa cara yakni penyiangan di piringan, membabat gulma berkayu dan kegiatan buru lalang, dan penyiangan gulma yang tumbuh diantara tanaman.

#9 Pengendalian Hama dan Penyakit 

Meskipun tanaman kelapa sawit dikenal kuat, namun tetap saja tidak bisa terhindar dari serangan hama dan penyakit. Biasanya hama yang menyerang adalah insekta atau serangga. Sedangkan penyakit yang menyerang biasanya disebabkan karena bakteri,  jamur, dan virus. 

#10 Panen

Proses Panen Kelapa Sawit
Proses Panen Kelapa Sawit

Pada usia 2,5 tahun tanaman kelapa sawit sudah mulai berbuah dan akan matang 5,5 bulan setelah penyerbukan. Pada usia 31 bulan sudah bisa dipanen dengan sedikitnya 60% buah yang telah matang. Biasanya dari 5 pohon kelapa sawit memiliki 1 tandan buah matang yang siap dipanen. 

Adapun ciri tandan yang matang dan siap panen adalah setidaknya terdapat 5 buah yang jatuh atau lepas dengan sendirinya  dari tandan dengan berat  kurang dari 10 kg atau terdapat 10 buah yang jatuh dari tandan dengan berat 10 kg atau lebih per buah. 

Demikianlah informasi mengenai cara budidaya tanaman kelapa sawit secara lengkap dari tim Oke.or.id. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment