Ini 7 Proses Produksi Budidaya Tanaman Hias yang Benar

Untuk memulai bisnis tanaman hias, pemilihan jenis tanaman jadi hal yang utama. Kita harus mengikuti perkembangan mengenai tanaman hias apa yang sedang tren di masyarakat. Setelah menentukan jenis tanaman hias apa yang akan kita budidayakan, selanjutnya barulah kita bisa memulai proses produksi budidaya tanaman hias.

Screenshot 39
Proses produksi budidaya tanaman hias

Bisnis tanaman hias akan menguntungkan dan cepat menghasilkan pundi-pundi rupiah bila dalam prosesnya dilakukan dengan baik dan benar. Simak dibawah ini bagaimana cara budidaya tanaman hias.

Proses Produksi Budidaya Tanaman Hias

Adapun proses produksi budidaya tanaman hias yang baik dan benar adalah sebagai berikut:

#1 Persiapan Media Tanam

Screenshot 40
Persiapan media tanam

Hal pertama yang harus dilakukan dalam proses produksi tanaman hias adalah persiapan media tanam. Persiapan media tanam dilakukan dengan cara menyediakan media tumbuh yang sesuai dengan jenis tanaman hias. Media tanam dapat dibuat sendiri dengan mencampurkan bahan-bahan seperti pupuk kandang, kompos, arang dan sekam bakar

#2 Pembibitan

Proses selanjutnya adalah tahap pembibitan. Pembibitan dilakukan untuk memperbanyak jumlah bahan tanaman hias. Cara perbanyak bahan tanaman hias sendiri bisa dengan dua cara yaitu dengan perbanyak vegetatif dan perbanyak seksual dengan biji.

#3 Penanaman

Screenshot 41
Proses penanaman

Proses selanjutnya adalah tahapan penanaman bibit. Penanaman bibit hendaknya dilakukan bila tanah sudah gembur. Sementara waktu yang baik untuk menanam adalah di pagi atau sore hari. 

Bila memperbanyak dengan biji, maka biji dapat langsung  ditanam atau ditabur agar tumbuh jadi benih yang siap tanam. Tanam benih dalam lubang tanaman dengan menyesuaikan besarnya ukuran tanaman hias.

#4 Pemupukan

Proses produksi budidaya tanaman hias berikutnya adalah pemupukan. Ada dua jenis pupuk yang bisa digunakan yaitu pupuk yang terbuat dari bahan organik dan pupuk dari bahan anorganik. 

Penggunaan dan pemberian pupuk harus tepat dan benar supaya tanaman hias tumbuh optimal. Bila pemberian pupuk tidak tepat, maka akan membuat rugi karena tentu saja pupuk akan terbuang percuma. 

Pemberian pupuk yang kurang atau tidak tepat akan mengakibatkan terganggunya perkembangan tanaman hias. Sehingga bisa membuatnya mudah terserang penyakit dan hama, dan menyebabkan tanaman mati. Penggunaan pupuk yang tidak benar juga akan membuat struktur media tanam jadi berubah dan menimbulkan racun pada tanaman.

#5 Pemeliharaan 

Screenshot 42
Proses pemeliharaan

Proses selanjutnya adalah pemeliharaan. Pemeliharaan dilakukan dengan beberapa tahapan, yakni penyulaman, penanaman kembali tanaman yang mati, Penyiraman, yang dapat dilakukan dengan menyesuaikan kondisi tanaman. Penyiraman bisa dilakukan pada pagi atau sore hari. Selalnjutnya pembumbunan, yang dilakukan untuk memperbaiki aerasi tanah dan menutup pangkal tanaman yang berada di dalam tanah. Lalu Penyiangan, yakni membersihkan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

#6 Pengendalian OPT

Proses selanjutnya adalah pengendalian OPT atau hama. Cara ini dilakukan untuk  mencegah pengendalian organisme yang mengganggu proses pertumbuhan tanaman, produksi hingga kualitas tanaman. Cara pengendalian bisa dilakukan dengan pencabutan manual tanaman yang rusak, menyemprotkan insektisida, merawat tanaman yang rusak dan menghilangkan hamanya.

#7. Panen dan Pasca Panen

Screenshot 43
Proses panen

Proses terakhir dalam produksi budidaya tanaman hias adalah masa panen. Pemanenan harus dilakukan dengan hati-hati agar terhindar dari hilangnya hasil dan juga kualitas tanaman. Waktu panen sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Sementara itu pasca panen tanaman hias dipisahkan sesuai dengan produk budidayanya, yakni bunga potong, tanaman hias daun dan tanaman dalam pot. 

Nah, itulah 7 proses produksi budidaya tanaman hias yang tepat dari Oke.or.id, semoga ulasan ini bermanfaat bagi Anda yang ingin memulai bisnis tanaman hias.

Leave a Comment