Membuat Jaringan Static Routing Menggunakan Cisco Packet Tracer

Published on October 15, 2012 by Titik Nurnawangsih

Filed under highlight

Last modified October 16, 2012

Print this page

rate 1 star rate 2 star rate 3 star rate 4 star rate 5 star
Your rating: none, Average: 0 (0 votes)

This article have been viewed 1040 times

Tentang Titik Nurnawangsih

Sedang Belajar Sebagai Mahasiswa di Politeknik Negeri Semarang

Packet Tracer Sebuah aplikasi keluaran Cisco yang berfungsi sebagai simulasi/simulator. Aplikasi ini dapat digunakan untuk simulasi dari desain, konfigurasi hingga troubleshooting. Pengguna dapat secara langsung mengatur dan mengkonfigurasi jaringan yang akan di desainnya. Selayaknya pengguna secara nyata seakan akan di depan komputer yang terhubung ke jaringan. Tampilan yang iteraktif dan kompleks, sehingga memungkinkan pengguna dapat mengembangkan kemampuan dalam mengatur jaringan secara interaktip dan menarik, sehingga kita dapat bermain sambil belajar dari aplikasi ini.

 

Routing IP adalah Proses Penggiriman data dari satu host dalam satu network ke dalam suatu network ke host yang berada pada network lain melalui suatu router, sehingga dapat mengetahui bagaimana meneruskan paket – paket ke alamat yang di tuju dengan menggunakan jalur terbaik, dalam menentukan route yang terbaik router menggunakan peta atau tabel routing, tabel routing sendiri adalah suatu tabel yang berisikan seluruh informasi IP address dari interface router yang lain sehingga router satu dengan router yang lain dapat berkomunikasi dengan mudah.
Routing tabel hanya memberikan informasi alamat IP sedangkan algoritma yang menganalisa dapat mengatur routing tabel, Intinya adalah rouet hanya mengetahui cara menghubungkan network atau subnet – subnet yang terhubung langsung dengan router tersebut.Router sendiri berdasarkan Pemetaan atau routing terbagi menjadi tiga :


a. Static Routing.
b. Default Routing.
c. Dynamic Routing.

Static Routing
Static Routing adalah Pembuatan dan Pengupdatean Routing tabel secara manual, Static Routing tidak merubah informasi yang ada di dalam tabel routing secara otomatis, Sehingga addministrator harus melakukan konfigurasi secara manual apabila topologi jaringan berubah.

Konfigurasi Static Routing
berikut ini adalah konfigurasi Static Routing yang Menggunakan Cisco Paket Tracer.
1.      Melakukan Percobaan untuk Static Router, dengan cara membuat gambar seperti berikut ini :

                                                              Gambar 1.1: skema Jaringan

2.      Mengaktifkan Interface pada Semua Router.

a.       Mengaktifkan Interface pada Router 1.

                                       Gambar 1.2 : Konfigurasi Interface Router 1.

b.      Mengaktifkan Interface pada Router 2.

                                      Gambar 1.3 : Konfigurasi Interface Router 2.

c.       Mengaktifkan Interface pada Router 3.

                                          Gambar 1.3 : Konfigurasi Interface Router 3.

3.      Melakukan Konfigurasi Static Routing

a.       Konfigurasi Static Routing Router 1.

                                  Gambar 2.1 : Konfigurasi Static Routing Router1.

b.      Konfigurasi Static Routing Router 2.

                                        Gambar 2.2 :  Konfigurasi Static Routing Router2.


c.       Konfigurasi Static Routing Router 3.

                                        Gambar 3.3 : Konfigurasi Static Router 3.


4.      Melakukan Setting IP  Pada Semua PC.

a.       Konfigurasi IP  Pada PC1.

                                             Gambar 4.1 : Konfigurasi IP PC1

b.      Kongigurasi IP Pada PC2

.

                                               Gambar 4.2 : Konfigurasi IP PC 2.

 

c.       Kongigurasi IP Pada PC3

.

                                                 Gambar 4.3 : Konfigurasi IP PC 3.

d.      Konfigurasi IP Pada PC4.

                                       Gamabar 4.4 : Konfigurasi IP PC 4.

e.       Kongigurasi IP Pada PC5.

                                           Gambar 4.5 : Konfigurasi IP PC 5.

f.       Kongigurasi IP Pada PC6.

                                         Gambar 4.6 : Konfigurasi IP

5. Setelah Semua Terkoneksi dengan Baik Anda dapat Mengujinya dengan Melakukan Tes konneksi  Antar  Network dengan  Menggunakan Perintah ping.

Gambar 5.1 : Mengetes Koneksi antar Network

From:
Wahyu Novitasari
nobbita.adja@gmail.com
http://nobbitaadja.blogspot.com/